Halaman

Jumat, 09 November 2012

tokoh yg menjual diri kepada setan

Untuk mewujudkan impian menjadi kenyataan dengan menyembah pada setan ternyata bukan hanya cerita yang ada di Indonesia, semisal pergi ke gunung lawu untuk mencari pesugihan dan lain lain. Namun diluar negeri juga berkembang cerita/legenda dari tokoh terkenal yang menganut kepercayaan seperti ini, buktinya adalah beredarnya cerita mengenai tokoh tokoh yang mengabdi pada setan sebagai berikut:
1. Niccolo Paganini 


Niccolo Paganini merupakan seorang musisi di era 1700-an akhir. Pada usia balita dia sudah bisa menggunakan mandolin dan menginjak usia tujuh tahun,dia sudah belajar menggunakan biola. Disaat usianya sebelas tahun dia mengadakan solo dan pada usia tiga belas tahun, ia dikenal sebagai virtuoso biola. Pada usia sembilan belas, ia mulai menulis musik sendiri dan belajar cara bermain gitar.
Pada usia 23, dan pada usia 27 tahun ia sudah menjadi seorang komposer, suatu waktu ketika ia sedang konser dalam sebuah tournya, penonton dikagetkan dengan caranya berpakaian, Dia telah kehilangan gigi bawah, tampak pucat dan mulai berpakaian hitam. Itu desas-desus bahwa ia telah menjual jiwanya kepada setan. Meskipun ia tidak memulai gosip tersebut, namun ia tidak melakukan apa pun untuk mencegah desas-desus itu dan bahkan mendorong orang untuk percaya. Ketika ia ditanya tentang hal itu, ia berkata ” how else would it be possible for him to play the way he does?”
27 Mei 1840, Paganini meninggal akibat pendarahan internal. Sebelum dimakamkan seorang pendeta dipanggil.dan karena alasan telah melakukan perjanjian dengan setan, jenazahnya ditolak dipemakaman Katolik di Genoa. Butuh waktu empat tahun, sebelum tubuh itu boleh diangkut ke Genoa, tetapi tidak terkubur. Jenazahnya akhirnya dimasukkan untuk beristirahat di tahun 1876, di sebuah pemakaman di Parma. 
2. Robert Johnson 
Robert Johnson merupakan seorang musisi blues yang telah menjalani hidupnya dengan singkat. Dia meninggal di usia 27 dan tidak banyak yang diketahui tentang kehidupannya. Musiknya Dia adalah salah satu musisi yang pertama yang masuk dalam Rock-N-Roll Hall of Fame.
Pada masa remajanya, dia tinggal di perkebunan. Dan ketika keinginannya semakin menguat untuk menjadi musisi blues besar maka seseseorang datang kepadanya dan mengatakan kepadanya untuk membawa gitar ke Crossroads pada tengah malam di dekat Perkebunan Dockery. Disana dia mengadakan ritual untuk memanggil setan. Berdasarkan cerita yang beredar maka Setan yang dipanggil dalam ritualnya tersebut telah mengkonfigurasi gitar dan memainkan beberapa lagu di atasnya. Kemudian gitar tersebut dibawa lagi oleh si Robert. Dalam ritual tersebut, berdasarkan cerita yang beredar telah disepakati perjanjian dengan penguasa kegelapan sehingga si Robert mampu bernyanyi, bermain dan menciptakan blues.
Robert Johnson meninggal tanggal 16 Agustus 1938, pada usia 27, dekat Greenwood, Mississipi, ada rumor yang mengatakan bahwa ia tewas diracun istrinya sendiri.
3. Johann Georg Faust
Tokoh yang menjual diri pada setan berikutnya adalah Johann Georg Faust merupakan seorang cendekiawan dibidang kimia Jerman. Pada tahun 1509, ia memperoleh gelar dari Universitas Krakow. Dia belajar sulap dan berteman dengan Martin Luther dan Philip Melachton. Kedua orang itu mengatakan telah menyaksikan Johan sedang membuat perjanjian dengan setan.
Dia bekerja di Universitas Ehrfut, dimana dikatakan bahwa ia berceramah tentang Homer dan mengangkat seorang penyihir sebagai pahlawan bagi para siswanya. Dia kemudian diminta untuk mengundurkan diri dan menawarkan pertobatan. Saat itulah ia mengaku memiliki perjanjian dengan setan. Dia mengatakannya kepada Dr Klinge, seorang biarawan Fransiskan, bahwa ia lebih percaya setan daripada Tuhannya.
4. Urbain Grandier

Tokoh yang menjual diri pada setan ke empat adalah Urbain Grandier mempunyai profesi sebagai seorang pastor Katolik Perancis, namun bernasib tragis harus diakhiri hidupnya dengan cara dibakar di tiang pancang karena melakukan kejahatan sihir. Dia dikenal karena melanggar sumpah selibat dan menjadi hidung belang. Pada 1603, beberapa biarawati menuduhnya menyihir mereka dan mengirimkan setan untuk melakukan tindakan tak senonoh dengan mereka.
Berdasarkan cerita yang bereda urbain telah melakukan perjanjian dengan menyatakan kesetiaannya kepada setan dan penolakan terhadap iman Kristen. Pada gilirannya, hal itu janji untuk Grandier bahwa ia akan memiliki kasih wanita, kekayaan, dan kehormatan duniawi. Perjanjian ini ditulis mundur dalam bahasa Latin dan masih tersimpan untuk dilihat di Bibliotheque Nationale di Perancis.
ternyata mencari pesugihan atau menjual diri pada setan bukan hanya cerita di nusantara aja, namun juga di belahan dunia eropa dan amerika. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar